Ular adalah hewan melata yang hingga saat ini banyak ditakuti
orang. Meski ada sebagian orang menjadikan ular sebagai hewan peliharaannya.
Pada umumnya ular ditakuti karena bisanya, yang disuntikkan melalui taring
tajam saat menggigit. Jika ular sudah menggigit mangsanya, racun tersebut akan
menyerang pernafasan dan sistem saraf sehingga menyebabkan korbannya lumpuh
bahkan mati.
Berikut
ada empat ular paling berbisa yang ada di Indonesia :
1) Welang
Ular bercorak hitam kuning ini bernama latin Bungarus fasciatus adalah sejenis ular berbisa anggota suku Elapidae. Kata Welang juga adaptasi dari kata Belang. Ular Welang dapat tumbuh hingga dua meter akan tetapi banyak dijumpai ular Welang dewasa hanya berkisar 1,5 meter saja.
Ular
ini menyebar hampir di seluruh negara di Asia, termasuk Indonesia. Habitatnya
di daerah pegunungan dengan ketinggian 2.300m diatas permukaan laut. Namun juga
kini kerap dijumpai di wilayah hutan maupun rawa. Ia gemar bersembunyi dibawah
tumpukan kayu dan batu. Welang juga kerap memangsa sesama ular. Ular ini tak
mau menggigit di siang hari namun agresif di malam hari. Saking berbahayanya
ular ini menjadi nama salah satu kapal perang TNi AL, KRI Welang.
2) Weling
Ular
Weling adalah ular yang hampir sama dengan Welang, hanya saja tubuhnya lebih
kecil dengan belang warna putih. Ular ini banyak ditemukan di daerah
Cirebon-Indramayu. Panjangnya hanya 1 meter saja. Ia menyukai lokasi hutan yang
kering dan panas seperti hutan mangrove, semak belukar, perkebunan atau lahan
pertanian.
Ia
kerap juga ditemukan muncul di pemukiman warga. Racun weling dapat merusak
saraf dan membawa kelumpuhan seketika. Meski gigitannya tidak menimbulkan sakit
namun efeknya fatal berkisar 5-20 jam.
3) Kobra Jawa
Naja
Sputatrix atau kobra jawa memiliki ukuran 1,3 hingga 1,85 meter saat dewasa.
Habitat aslinya ada di sawah, padang rumput, sungai dan hutan tropis. Ular ini
banyak ditemukan di pulau Jawa.
Racunnya
yang bernama Postsynaptic neurotoxins ini memang tidak selalu mematikan tapi
korban akan mengalami memar, sakit, bengkak, necrosis hingga pembusukan luka
yang berakibat amputasi.
4) King Kobra
King
Cobra atau Ophiopagus Hannah memiliki ukuran 2 – 5,5 meter saat dewasa. Habitat
asli hewan ini adalah dataran rendah, hutan tropis dan padang rumput hingga
ketinggian 1800 meter diatas permukaan laut. Ular ini banyak ditemukan di pulau
Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.
Ular ini memiliki racun jenis Postsynaptic Neurotoxins. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit kepala, pendarahan, pusing atau vertigo, pingsan, hingga kematian.
Ular ini memiliki racun jenis Postsynaptic Neurotoxins. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit kepala, pendarahan, pusing atau vertigo, pingsan, hingga kematian.
sumber : http://jateng.tribunnews.com/2015/11/06/ini-empat-jenis-ular-berbahaya-dan-mematikan-di-indonesia
Demikianlah artikel yang saya buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca.Terima Kasih.










0 komentar:
Post a Comment