1. Celepuk reban

adalah sejenis burung hantu kecil dari suku Strigidae. Juga dikenal dengan nama-nama lain seperti celepuk (Ind., nama umum), bueuk (Sd.), manuk kuwek (Jw.) dan lain-lain, menuruti bunyi suaranya. Dalam bahasa Inggris disebut Sunda Scops-Owl atauCollared Scops-Owl.
Nama ilmiahnya adalah Otus lempiji (Horsfield, 1821), namun beberapa penulis masih memasukkannya sebagai subspesies dari Otus bakkamoena, yang memiliki persebaran luas di Asia bagian selatan. Bertubuh kecil, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20-21 cm. Panjang sayap sekitar 15 cm, dan berat sekitar 100 gram.
Seperti umumnya burung hantu, celepuk ini berwarna burik. Sisi atas tubuh (dorsal) coklat kehitaman atau keabu-abuan berbintik-bintik hitam, kuning dan putih, sisi bawah (ventral) kuning tua kecoklatan bercoret-coret hitam. Jumbai telinga menonjol, keputihan; dengantengkuk dan kerah kuning abu-abu pucat.
Iris mata berwarna coklat gelap atau kekuningan, paruh kuning, dan kaki kuning kotor.
Banyak jenis celepuk yang warnanya bermiripan, sehingga identifikasi harus dilakukan dengan hati-hati. Bantuan lainnya ialah dengan menggunakan suaranya.
Jantan bersuara lembut, wuuup.. sedikit meninggi. Betina bernada lebih tinggi, bergetar berubah menurun: whiio atau pwok.., sekitar lima kali per menit. Terkadang juga mengeluarkan cicitan lembut. Pasangan sering melakukan duet.
2.Celepuk rinjani (Otus jolanodea)
adalah sejenis celepuk yang hanya terdapat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara. Satu-satunya jenis burung endemik di pulau itu, pertama kali ditemukan pada bulan September 2003 dan secara resmi teridentifikasi pada tahun 2013.Namanya diambil dari Gunung Rinjani, gunung yang
terdapat di pulau tersebut. Julukan spesifik jolandae diberikan pada spesies ini untuk menghormati Dr Jolanda Luksenburg, seorang ahli biologi yang menemukan spesies ini pada tahun 2003. Nama Indonesia untuk spesies ini adalah Celepuk rinjani yang merujuk kepada Gunung Rinjani, gunung berapi aktif setinggi 3700 m yang terdapat di Lombok. Burung ini juga dikenal secara lokal sebagai burung pok, mengacu secaraonomatope untuk tiruan bunyi dari burung tersebut.
3.Celepuk siau (Otus siaoensis)

adalah spesies burung hantu dalam famili Strigidae. Burung ini endemik di Pulau Siau, Kepulauan Sangihe. Sebelumnya adalah subspesies Celepuk sulawesi (Otus manadensis siaoensis), namun telah diketahui bahwa Celepuk siau adalah subspesies dari Celepuk maluku (Otus magicus siaoensis).
celepuk siau terancam punah. spesies nya sekarang hanya berjumlah kurang dari 50.
4.Celepuk merah
Dikenal juga dengan nama Reddish scops-owl serta memiliki nama latinOtus rufescens. Ukuran tubuh mereka sangat kecil, tingginya hanya sekitar 15-18 cm. Habitat celepuk merah adalah daerah dataran rendah dengan banyak pepohonan, perbukitan, serta hutan primer dan sekunder. Secara umum, habitat mereka berada pada dataran rendah, tetapi ada juga yang hidup di daerah dengan ketinggian mencapai 1.350 m di atas permukaan laut. Daerah penyebaran celepuk merah antara lain Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Semenanjung Thailand, dan Semenanjung Malaysia.
5.Celepuk sulawesi (Otus manadensis)

adalah spesies burung hantu dalam famili Strigidae. Di daerah Minahasa, dikenal dengan nama burung manguni. Seperti jenis burung hantu lainnya, burung ini termasuk burung nokturnal yang aktif di malam hari. Celepuk sulawesi atau manguni berkaitan erat dengan kebudayaan Minahasa. Burung ini dikagumi karena dapat memberi tanda apabila sesuatu akan terjadi, dan mempunyai perasaan dalam serta matanya yang tajam dan mampu menatap jauh [4]. Burung ini dipakai dalam lambang Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, dan Gereja Masehi Injili di Minahasa.
6.Beluk watu jawa
Dikenal juga dengan nama Javan Owlet Glaucidium, serta memiliki nama latin Glaucidium castanopterum. Burung Hantu jenis ini adalah burung endemik Pulau Jawa dan Bali. Habitat beluk watu jawa adalah di kantung-kantung hutan di dataran rendah dan perbukitan. Namun mereka juga sering terlihat di pekarangan desa, hutan primer, dan hutan sekunder.
7.Hingkik atau Beluk Jampuk

memiliki nama latin Bubo sumatranus. Di dunia internasional dikenal dengan nama Barred Eagle Owl, atau sering juga disebut dengan Malay Eagle Owl. Burung hantu jenis ini merupakan salah satu jenis burung hantu yang dapat ditemukan di Indonesia.Hingkik memiliki tubuh yang tergolong besar dengan panjang sekitar 45 cm.Ciri khas Hingkik adalah memiliki bulu berwarna abu-abu tua dengan berkas telinga horizontal mencolok, tubuh bagian atas berwarna coklat kehitaman, seluruhnya bergaris kuning tua halus, dan memiliki alis berwarna putih. Tubuh bagian bawahnya berwarna abu-abu keputihan bergaris hitam tebal.
Habitat hingkik adalah di hutan tropis dan sub tropis dataran rendah dengan ketinggian hingga 1000 m di atas permukaan laut. Makanan utama Hingkikantara lain serangga besar, mamalia kecil, reptil, ikan-ikan kecil dan burung-burung kecil. Mereka adalah binatang nokturnal dan biasanya berkeliaran sendirian atau berpasangan. Yang unik dari Hingkik adalah mereka senang mandi di kolam atau sungai.
8.Serak jawa ( Tyto alba )

Demikianlah artikel yang saya buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca.Terima Kasih









0 komentar:
Post a Comment